Oke Kawan , Apa Kabar Anda Di Bulan Maret Ini ? Sehat-Sehat Saja Kan ? Ku Harap Demikian .
Baiklah Kalo Begitu Para Pembaca Setia Blog Valentino , Hari Ini Saya Akan Memberi Sedikit Informasi Tentang Musik SKA . Hmm Kalian Tahu Tidak Tentang Musik SKA ? SKA Itu adalah genre musik yang berasal di Jamaika pada akhir 1950-an, dan merupakan pendahulu rocksteady dan reggae.Ska menggabungkan unsur-unsur musik mento dan musik kalipso dari Karibia dengan jazz dan rhythm and blues dari Amerika Serikat. Ciri khas musik ini adalah jalur bass berjalan dengan aksentuasi pada ritme upbeat. Pada awal 1960-an,
SKA Adalah Genre Musik Yang Dominan di Jamaika dan popular di kalangan para mod di Britania Raya. Musik ini kemudian populer di kalangan skinhead.
Sejarah ska umumnya dibagi menjadi tiga periode: ska asli Jamaika dari tahun 1960-an (gelombang pertama), kebangkitan ska 2 Tone
Inggris pada akhir 1970-an (gelombang kedua), dan gerakan ska gelombang
ketiga yang dimulai pada 1980-an, dan meraih kepopuleran di Amerika
Serikat pada 1990-an
|  |
| | Not-Not SKA |
Musisi SKA Yang Terkenal Di Indonesia :
Tipe-X
Di Indonesia sendiri Tidak ada catatan kapan dan siapa musisi kita yang
awalnya memainkan musik Ska. Satu hal yang pasti, Sejak Tipe-X rajin
ngisi pensi sana-sini dengan musik Ska-nya, musik ini seakan naik kasta
menjadi musik industrial yang menjanjikan (Awalnya dianggap sebagai
musik minoritas atau indie). Meski banyak musisi yang masih mengadopsi
mentah-mentah musik ini, seperti Artificial Life dan sebagainya, gak
sedikit pula band Ska kita yang melakukan improvisasi sana sini. Selain
Tipe-X ada juga Noin Bullet dan Jun Fun Gung Foo yang meracik musik ini
dengan sentuhan musik rock.
Seperti sudah diprediksi sebelumnya, gong musik Ska berjalan gak sampai 1
dekade. Dan setelah itu, banyak band Ska pada bubar, meski gak
semuanya sih. Sekarang kalo ngomongin soal musik yang satu ini, Shaggy
Dog dan Tipe-X kayaknya gak ada matinya
Saat musik rock merajai televisi dan radio di Era 90an, musik yang satu
ini tiba-tiba muncul dan langsung menjadi trend tersendiri di anak-anak
muda. Gak cuman nge-trend di telinga, Ska juga menjadi trend lifestyle
remaja saat itu. Baju pantai celana pendek, dengan dandanan necis
menjadi wabah seiring demam Ska. Meski identik dengan hura-hura dan
pesta, rupanya Ska memiliki sejarah gelap dengan syair-syair berisi
penderitaan bangsa terjajah yang tersamar dengan alunan aransemen musik
dansa.
Sejak mendapatkan status merdeka dan menjadi negara persemakmuran
Inggris, perkembangan musik di Jamaika berkembang sangat cepat. Di era
tahun 40an, musik –musik dansa dari Amrik begitu populer, seperti Jazz
dan Blues. Hingga pada 1962, Cecil Bustamente Campbell yang kemudian
dikenal dengan nama ‘Prince Buster’, tahu bahwa sesuatu yang baru amat
dibutuhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah
Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitik beratkan
ketukan “afterbeat” ketimbang “downbeat”.
Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop
(penukaran irama) khas Jamaika ditambah Free-walking bass style, Ska pun
lahir.
Tahun 1962 Ska mulai masuk ke Inggris, melalui musisi dan Produser
imigran Jamaika. Ketenaran musik Ska di Inggris kemudian memuncak dengan
keluarnya band The Coventry Automatics (cikal bakal The Specials) di
pertengahan tahun 70an. Disini musik Ska digunakan Jerry Dammers
(Pendiri the Specials) untuk menangkal isu rasial.
Dari Jerrylah kemudian Ska berkembang identik menjadi icon hitam dan
putih. Salah satunya munculnya sosok Walt Jabsco (diambil dari nama Walt
Disney, pendiri film kartun & Jabsco berarti ganja dalam bahasa
slang latin) gambar kartun pria berpakaian jas hitam dengan kemeja
putih, dasi hitam, topi ‘pork pie’, kaca mata hitam, kaus kaki putih
& sepatu ‘loafers’ hitam. Selain the Specials, ada juga Madness, The
Beat, The Selecter, The Bodysnatchers, band Ska yang meramaikan musik
ini di Inggris.
Keberadaan gelombang ketiga musik ska terdiri dari berbagai bentuk
dengan mengkombinasikan hampir setiap jenis musik yang kira-kira dapat
dikimpoikan dengan irama ska. Band-band seperti Jump With Joey, Hepcat,
Yebo, NY Ska Jazz Ensemble & Stubborn Allstars tetap bermain pada
akar ska Jamaika. Operation Ivy, Voodoo Glow Skulls, Mighty Mighty
Bosstones, dll menggunakan energi punk untuk menciptakan ska-core.
Regatta 69, Fillibuster, Urban Blight, dll. tetap bertahan pada corak
Reggae/Rocksteady beat. Punch The Clown, Undercover S.K.A., dll
mencirikan pengaruh dari gaya 2Tone. Yang menarik adalah band asal
Florida, Pork Pie Tribes menggabungkan beat ska dengan musik tradisional
Irlandia. Hal lain yang lebih menarik adalah grup band The Brownies
yang mencampurkan ska dengan apa saja
Rude Boy
Keberadaan Rude Boy, menjadi simbol yang tak terpisahkan dengan musik
Ska. Sampai sekarang, sosok Rude Boy selalu muncul di setiap pertunjukan
dan konser musik Ska di seluruh dunia. Namun siap sangka, awalnya Rude
Boy sama sekali tak memiliki hubungan dengan musik Ska.
Istilah Rude Boy muncul pertama kali di salah satu wilayah di Jamaika,
Getho pada era 40an. Rude yang artinya seseorang yang tidak berguna
(Pengangguran). Awalnya, bisa dikatakan Rude Boy hanyalah kelompok geng
biasa dengan segudang predikat negative dari masyarakat. Bahkan Rude
Boy sering diidentikan dengan kelompok Scofflas, geng penentang hukum
dan sering berbuat kriminalitas. Gak susah untuk mengenali Rude Boy,
karena mereka memiliki kebiasaan dan ciri tersendiri. Diantaranya gaya
dansa lebih pelan dan seperti menonjok-nonjok orang. Serta biasanya
mereka menggunakan celana yang hanya sebatas diatas mata kaki.
Kebijakan pemerintahan Jamaika yang tidak populer waktu itu, akhirnya
menjadikan Rude Boy menjadi bentuk perlawanan balik masyarakat Jamaika.
Musik Ska dengan lirik-lirik yang berhubungan dengan Rude Boy kemudian
muncul dan cepat populer di masyarakat. Dalam perkembangannya, Rude Boy
kemudian menjadi simbol dalam musik Ska. Bukan menjadi icon
pemberontak tapi sebagai symbol supporter yang fanatik dengan musik
Ska.
Ska di Indonesia
Di Indonesia sendiri gak ada catatan kapan dan siapa musisi kita yang
awalnya memainkan musik Ska. Satu hal yang pasti, Sejak Tipe-X rajin
ngisi pensi sana-sini dengan musik Ska-nya, musik ini seakan naik kasta
menjadi musik industrial yang menjanjikan (Awalnya dianggap sebagai
musik minoritas atau indie). Meski banyak musisi yang masih mengadopsi
mentah-mentah musik ini, seperti Artificial Life dan sebagainya, gak
sedikit pula band Ska kita yang melakukan improvisasi sana sini. Selain
Tipe-X ada juga Noin Bullet dan Jun Fun Gung Foo yang meracik musik ini
dengan sentuhan musik rock.
Seperti sudah diprediksi sebelumnya, gong musik Ska berjalan gak sampai 1
dekade. Dan setelah itu, banyak band Ska pada bubar, meski gak
semuanya sih. Sekarang kalo ngomongin soal musik yang satu ini, Shaggy
Dog dan Tipe-X kayaknya gak ada matinya.
